Menjadi institusi pendidikan dan pelatihan Maritim yang unggul, berkembang dan terpandang.
MISI
Menyiapkan dan meningkatkan kemampuan pelaut Indonesia yang profesional, kompetitif serta siap bersaing dipasar global.
Memberi nilai tambah bagi Perusahaan dan Negara dalam upaya memenuhi standar internasional bagi pelaut Indonesia.
Melakukan usaha layanan jasa pendidikan dan pelatihan yang profesional dengan penerapan sistim manajemen mutu khususnya dibidang maritim, keselamatan dan kesehatan kerja, serta lindungan lingkungan sesuai kebutuhan Pertamina, pemakai jasa dan tuntutan pasar
KRONOLOGI APPROVAL
Diklat Khusus Perkapalan didirikan tahun 1978, alasan tidak adanya pelatihan khusus crew kapal tanker di Indonesia, sedangkan Pertamina Perkapalan membutuhkan pendidikan dan pelatihan SDM kapal tanker.
Tahun 1989, Dirjen Perhubungan Laut sebagai administrator Negara anggota IMO (International Maritime Organization) memberikan pengesahan (approval) kepada Diklat Khusus Perkapalan untuk program penlat mandatory sesuai dengan Konvensi IMO tentang Standard of Training,Certification and Watchkeeping for seafarers 1978 (STCW ’78)yang berlaku internasional tetapi hanya untuk karyawan laut Pertamina.
Tahun 1995, IMO – Konvensi Geneva mengeluarkan resolusi baru STCW ’78 amendments ’95. Seluruh pelaut pemegang sertifikat program penlat mandatory STCW ’78 wajib mengikuti. Setiap Negara anggota wajib di assessment lembaga pendidikannya, terutama apakah menerapkan Quality Standard didalam proses operasional pendidikannya tmt. Februari 1997.
Tahun 1996, Pemerintah RI meratifikasi ketentuan baru tersebut (STCW ’78 amendments ’95). April 1996 diadakan MOU dan KSO antara Pertamina Perkapalan dan Diklat Khusus Perkapalan dengan Badan Diklat Perhubungan dan Pusdiklat Perhubungan Laut dalam rangka penyelenggaraan dan pelaksanaan program kursus keterampilan pelaut sertifikasi mandatory STCW ’78 amendments ’95 – IMO berlaku bagi seluruh pelaut nasional dan internasional.
Bulan Februari 1997, program Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), Survival Craft and Rescue Boat (SCRB), Medical Emergency First Aid (MEFA), Medical Care (MC), Tanker Familiarization (TF), Oil Tanker Specialized Training Programme (OTSTP), Gas Tanker Specialized Training Programme (GTSTP), dan Chemical Tanker Specialized Training Programme (CTSTP), mulai dilaksanakan Diklat Khusus Perkapalan. Sertifikat ditanda tangani oleh kepala Diklat Khusus Perkapalan dan Pusdiklat Perhubungan Laut.
Hasil assessment IMO bulan Oktober 2000, Negara RI masuk White List IMO untuk penyelenggaraan dan pelaksanaan program sertifikasi mandatory STCW ’78 amandment ’95 atas 7 lembaga pendidikan dan latihan yaitu : STIP Jakarta, BP3IP Jakarta, PIP Semarang, BPLPD Surabaya, BPLP Ujung Pandang, BPLPD Barombong (milik pemerintah) dan Diklat Khusus Perkapalan.
Oktober 2000, Pemerintah RI (Dirjen Perla) sebagai administration – IMO, mengakui / mengesahkan (approval) Diklat Khusus Perkapalan atas 9 program seperti tersebut di point 5 di atas sertifikasi mandatory STCW ’78 amendments ’95 – IMO dan berlaku secara internasional.
April 2002, Pemerintah RI (Dirjen Perla) sebagai administration – IMO, mengakui / mengesahkan (approval) Diklat Khusus Perkapalan atas 11 program baru penlat sertifikasi mandatory STCW ’78 amendments ’95 – IMO (Deck Watchkeeping, Engine Watchkeeping, Radar Simulator, ARPA Simulator, ORU – GMDSS, ROC – GMDSS, Crisis Management & Human Behaviour, Crowd Management, Bridge Resources Management, Maritime English, Passenger and RoRo Familiarization).
Tanggal 14 Juli 2003 PSB (Product Standard Body) milik Pemerintah Singapore, suatu lembaga independent internasional memberikan pengakuan (approval) berupa sertifikat ISO 9001 – 2000, QMET (Quality Maritime Educational Training), IQNET (International Quality Network) kepada Diklat Khusus Perkapalan mencakup Quality Standard System dan Quality Management System atas proses penyelenggaraan dan pelaksanaan Diklat sertifikasi mandatory dan non mandatory rekomendasi sertifikasi PSB Singapore tersebut telah berhasil dipertahankan dan diperpanjang melalui Continuing Assessment for PSB ISO 9000 dan Renewal Assessment for QMET yang dilakukan pada tanggal 29 & 30 April 2008.
Pemerintah Liberia sejak 13 Desember 2004 memberikan pengakuan (approval) program Ship Security Officer (SSO) Diklat Khusus Perkapalan.
Sesuai SK Direktur Pemasaran dan Niaga No. Kpts. 637/F00000/2007-S0 tanggal 28 Agustus 2007, Diklat Khusus Perkapalan berubah menjadi Maritime Training Center. (Sejak 01 Oktober 2007 penyebutannya menjadi PERTAMINA MARITIME TRAINING CENTER).